Apakah Kanker Serviks Bisa Menyerang Remaja

Apakah Kanker Serviks Bisa Menyerang Remaja?

Assalamua’laikum… selamat datang dan selamat berjumpa kembali lagi bersama kami situs websaite http://obatkanker-serviks.web.id/  resmi, aman, dan terpercaya yang selalu memberikan informasi terupdate dan pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Apakah kanker Serviks Bisa Menyerang Remaja? Untuk mengetahui jawabannya dapat anda simak informasi di bawah ini.

Walaupun rata-rata penderita kanker serviks ini wanita dewasa yang berumur 35-40 tahun. Namun apakah anda tahu bahwa kanker serviks juga dapat menyerang remaja ? Ya memang kanker serviks tersebut dapat menyerang remaja, karena pada dasarya Human Papilloma Virus (HPV) bisa menyerang siapa saja tanpa memandang batasan usia dan pola hidup.

Apakah Kanker Serviks Bisa Menyerang Remaja

Dalam penyuluhan kesehatan yang di lakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan Boy Abidin di Event Female on the Move di Hotel Clarion akhir pekan lalu. “Setiap wanita berisiko terkena virus human papilloma tanpa melihat usia dan pola hidupnya,” kata Boy.

Menurut Boy, penyebaran human papilloma virus (HPV) inilah yang kemudian menimbulkan kanker leher rahim. Virus itu bisa ada di mana saja. Salah satunya muncul akibat aktivitas seksual yang dilakukan remaja putri. Sebab, aktivitas seksual usia dini, yaitu di bawah 20 tahun, rentan terinfeksi HPV. “Banyak remaja menganggap berhubungan seks itu aman selama tidak hamil atau ketahuan orang tua,” kata dokter dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, ini. “Padahal ia bisa saja menimbun HPV, yang baru ketahuan setelah bertahun-tahun.” Padahal bukan hanya HIV saja yang bisa menular tapi, HPV juga bisa menular sama halnya seperti HIV. Apkah anda masih ingin melakukan hubungan bebas girl ? tentunya tidak bukan, karna banyak sekali kerugian yang akan kalian dapat. So, lebih baik lakukan hal yang positif aja lah di bandingkan melakukan hubungan seks, apalagi kalian yang masih muda yang menjadi harapan bangsa tentunya hehe.

Intinya, jagalah kesehatan dan kebersihan diri kalian. Bergaulah dengan orang-orang yang menurut kalian akan membawa diri kamu ke arah yang positif dan dapat membanggakan orang tua kalian, jangan bergaul dengan orang orang yang sebaliknya.

Pada usia dini, kata Boy, leher rahim remaja putri masih rapuh karena pembentukan sel-sel rahim belum sempurna. Kondisi itu membuat leher rahim tidak kuat membendung serangan HPV.

Boy mengatakan, tidak ada gejala awal yang muncul setelah terjadi infeksi HPV. Gejala itu baru kelihatan setelah infeksi sudah parah. Di antaranya terjadi perdarahan di vagina dan sulit buang air kecil. Gejala juga bisa berupa keputihan, yang bercampur dengan darah. Terkadang ada rasa nyeri pada panggul. “HPV bisa menyebar ke daerah lain selain rahim, seperti panggul, ginjal, hati, bahkan otak,” kata Boy.

Selain hubungan seksual, kanker serviks bisa terjadi akibat kehamilan dan persalinan yang terlalu sering, kebiasaan merokok aktif dan pasif, penderita penyakit infeksi menular seksual, serta faktor genetik (keturunan).

Ada dua cara untuk mencegah kanker serviks. Pertama, dengan melakukan vaksinasi anti-HPV. “Vaksin ini efektif lebih dari 95 persen,” kata Boy. Vaksinasi merupakan proteksi yang bisa dilakukan mulai usia 10 hingga 55 tahun. Remaja yang sudah mendapatkan menstruasi disarankan langsung diberi proteksi dengan vaksinasi.

Pencegahan yang kedua adalah dengan mendeteksi dini inveksi HPV dengan Pap Smear. Tetapi pemeriksaan Pap Smear ini hanya untuk perempuan yang telah melakukan hubungan seksual karena pemeriksaan ini menggunakan alat yang menembus selaput dara. Boy menuturkan, di Amerika Serikat, jumlah penderita kanker serviks bisa ditekan hingga 75 persen karena pemerintah menggalakkan program Pap Smear secara nasional.

Penjelasan Boy tersebut membuat wawasan kita terbuka. Selepas penyuluhan, apakah anda ingin membawa anak anda ke puskesma untuk melakukan vaksin anti kanker ?.

Bagi sebagian besar orang tua mungkin parenting lebih mudah di laukan ketika anak-anak nya sedang balita atau mau memasuki bangku sekolah dasar ( SD ). Dulu, waktu si buah hati masih kecil, kita hanya khawatir ketika menyebrang jalan atau menelan mainan yang sedang ia mainkan. Namun sekarang, ke khawatiran itu pun menjadi sepele ketika anak memasuki masa puber dimana di masa itu remaja mulai mengenal dunia lebih luas. Kebanyakan orang tua takut anaknya mengenal seks bebas yang akan mengakibatkan Infeksi Menular Seks (IMS).

Yuanita Rohali dan putrinya, Alika, terpilih sebagai duta kanker serviks oleh salah satu perusahaan pharmaceutical raksasa di dunia sejak tahun 2008. Tugas utama mereka tentu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit yang menempati urutan pertama perenggut nyawa wanita di Indonesia dan dunia ini. “Ketika menerima tugas ini, pengetahuan kami masih sangat minim soal penyakit kanker serviks. Padahal, kami tinggal di kota besar dan mendapat pendidikan cukup. Inilah yang membuat kami tertarik. Lagipula, karena kegiatan ini dilakukan berdua dengan Alika, kami jadi banyak menghabiskan waktu bersama, dan buat saya ini juga merupakan edukasi bagi Alika untuk meningkatkan kesadaran dia tentang dunia kesehatan dan mengasah kepekaan sosialnya,” ujar direktur keuangan Bakrie Energy International ini.

Tampil sebagai juru bicara di berbagai acara sudah menjadi rutinitas kakak dari Alya Rohali ini. Ibu dan anak ini sering mendiskusikan materi yang diperoleh semasa training maupun yang didapat dari para dokter pada acara seminar. Dari seringnya mengikuti seminar dan talkshow, Alika mendapat referensi yang cukup baik sehingga dapat mengedukasi teman-teman sebayanya di sekolah. Bahkan, Alika yang juga penyanyi ini tak lupa menyelipkan pesannya di sela-sela show kepada para remaja putri.

“Sebagai seorang perempuan dewasa sekaligus ibu dari Alika yang sudah menanjak remaja, tentunya saya ingin melindungi diri dan putri saya dari risiko kanker serviks.  Kini Alika sudah diimunisasi, jadi hati saya lebih tenang, karena insya Allah dia akan memiliki kekebalan. Sejak Alika kecil, saya juga menanamkan pada Alika pentingnya menjaga kesehatan alat genitalnya.  Yang juga penting adalah komunikasi dengan Alika tentang berperilaku yang baik sesuai dengan agama dan nilai moral di masyarakat, tidak melakukan seks bebas.  Insya Allah, dia memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia pergaulan yang lebih luas nantinya.”

Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati

Untuk menjaga dan merawat kebersihan daerah intim, kaum Hawa biasanya menggunakan sabun bilas vagina. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Boy Abidin, penggunaan sabun bilas memang baik untuk mencegah penyakit. Namun tidak semua sabun bisa digunakan untuk menjaga kebersihan daerah intim itu.

Boy menyarankan, setiap sabun bilas memiliki komposisi bahan yang berbeda. Sabun bilas yang aman adalah yang mengandung pH balance. Fungsinya untuk menjaga kadar keasaman daerah kewanitaan. Sabun bilas tanpa pH balance bisa merusak organisme normal yang ada.

Selain itu, langkah yang tak kalah penting adalah mengkonsumsi makanan segar, yang mengandung banyak zat gizi. Dan termakasih telah menyimak pembahasan dari kami semoga dengan adanya informasi ini dapat bermanfaat bagi anda, salam sehat dari kami Toko Zahra Herbal untuk seluruh keluarga Indonesia.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Sadari Kesehatan Serviks Anda Setiap Bulan : Lindungi Serviks Anda Dari Kanker

Apakah Penderita Penyakit Kista Boleh Berhubungan Intim?

Home :

Obat Kanker Serviks

Silahkan Beri komentar